Membangkitkan Pariwisata Indonesia Saat Dan Setelah Pandemi

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menilai terbatasnya mobilitas masyarakat akibat pandemi Covid-19 serta ditutupnya tempat-tempat rekreasi dan hiburan memberikan dampak ekonomi cukup besar terhadap sektor pariwisata. Fadjar pun menjelaskan dana hibah ini digunakan “untuk peningkatan implementasi CHSE guna meningkatkan kesiapan daerah dan industri pariwisata di daerah dalam menerapkan protokol kesehatan.” Pemerintah telah menggunakan istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar sejak 10 April 2020 untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di sejumlah wilayah Indonesia. Aturan mengenai PSBB tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 yaitu tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 yang merujuk ke UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan . Penerapan PSBB mengatur agar aktivitas sekolah, kerja, ibadah dilakukan di rumah, sedangkan tempat hiburan, wisata dan pusat perbelanjaan ditutup. Selain itu, hanya tempat usaha yang menyediakan kebutuhan pokok yang diperbolehkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan.

Keharusan mencuci tangan tidak hanya di pintu masuk depan, tetapi di dalam area sebelum masuk ke area situs juga disediakan tempat mencuci tangan dengan pengawasan petugas TWC Prambanan.

Lebih lanjut Sergieus mengatakan, di kawasan obyek wisata Walini Rancabali itu ada 15 unit villa dengan kapasitas hunian untuk seventy eight orang wisatawan. Bahkan, pihak pengelola akan menambah sarana dan fasilitas wisata, di antaranya membangun Villa Kidang Kencana yang kedua. Ia pun menyatakan, saat sektor pariwisata mulai dibuka oleh pemerintah, pihak pengelola harus mengeluarkan biaya untuk menunjang pencegahan pandemi Covid-19.

Dilansir dari Detik Travel (10/04), dalam waktu dua bulan lebih sejak COVID-19 masuk ke Indonesia, Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia mencatat setidaknya sebanyak 1.542 hotel yang tutup di 31 provinsi yang tersebar di Indonesia. Karena hingga kini masih ditemukan dilapangan kebijakan yang sudah dicanangkan dipusat tapi belum tersosialisasi dan terimplementasi dengan baik di daerah. Adalah penting untuk segera disosialisasikan terkait petunjuk teknis serta penetapan waktu yang pasti dari kapan kebijakan ini mulai berlaku.

Kumpulkan kembali dokumentasi aktivitas wisatawan yang pernah mengunjungi destinasi Anda. Selain itu, sebarkan postingan positif dengan mengangkat nilai-nilai Daftar Togel Online lokal di destinasi. Seluruh prediksi di atas tentunya juga bergantung pada kebijakan pemerintah dalam menangani dan mencegah penyebaran COVID-19.

Pariwisata disaat pandemi

Jika biasanya, Anda dan keluarga pergi liburan ke suatu kota bisa seminggu lamanya, maka untuk sementara waktu sebaiknya 3-4 hari saja. Liburan singkat di masa pandemi ini guna lebih aman karena minim resiko penularan virus. Jika sebelumnya kebanyakan orang menghabiskan liburannya dengan berkunjung ke tempat-tempat wisata yang kekinian atau instagramable, tapi sepertinya gaya wisata seperti ini akan menurun pamornya. Hal ini dikarenakan, ruang tempat wisata yang terbatas membuat kebanyakan orang masih takut dengan penyebaran virus.

Tata

Leave a Reply