Pariwisata Salah Satu Ujung Tombak Ekonomi Nasional

Kalau perlu apapun potensi wisata mulai dari tingkat desa perlu digerakkan. Apalagi keberadaan dana desa bisa menjadi pelumas untuk mengembangkan desa wisata. Mesin penggerak utamanya yang paling ideal adalah tetap dengan melakukan pemberdayaan partisipatif melalui keterlibatan komunitas-komunitas masyarakat lokal. Hal ini untuk menjaga agar penduduk sekitar bisa turut menikmati hasil perkembangan ekonomi dari kegiatan pariwisata. Maka dari itu, mCity Indonesia hadir dan siap mendukung daerah dalam mempromosikan destinasi wisata unggulannya serta menjadi metropolis directory yang lengkap. Tak hanya media promosi pariwisata, namun juga berbagai keunggulan daerah, seperti kebudayaan dan kesenian, produk & memento lokal, hingga pageant yang diadakan di setiap daerah.

Usaha tersebut sudah mulai terlihat hasilnya dalam kurun waktu beberapa tahun kebelakang. Selama lima tahun terakhir jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Gencarnya promosi “Visit Indonesia” ke dunia Internasional mampu untuk menarik minat wisatawan mancanegara berkunjung ke indonesia. mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dalam melakukan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan supervisi, serta monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang occasion pariwisata.

Dengan berhasilnya jalan tol itu nanti memberikan kemudahan wisatawan berkunjung ke situ. Artinya intinya kita koordinasi sinergi lintas sektor untuk mendukung satu kawasan pariwisata,” ujar Dadang. Untuk mendukung konsep perencanaan tersebut diatas, dibutuhkan information tentang lokasi potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi wisata bahari dan jenis wisata apa yang cocok di masing-masing lokasi tersebut . Atas dasar inilah ôKajian Potensi Wisata Bahari di Pulau Bunguran Kabupaten Natunaö urgen untuk dilaksanakan.

Berdasarkan information tahun 2010, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia sebesar 7 juta lebih atau tumbuh sebesar 10,74% dibandingkan tahun sebelumnya, dan menyumbangkan devisa untuk negara sebesar 7.603,forty five juta dolar Amerika Serikat. Sementara itu, dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM di sektor pariwisata, Pemerintah telah menyediakan DAK Non-Fisik untuk meningkatkan kapasitas SDM pariwisata. Sebagai salah satu motor pembangunan suatu negara, pariwisata saat ini sudah semakin diandalkan dan dijadikan sebagai alternatif sumber pendapatan negara-negara di dunia tak terkecuali di Indonesia.

Kekayaan alam pariwisata Indonesia

Terlebih saat ini telah terjadi pergeseran negara tujuan wisata internasional dari ke negara maju ke negara-negara di Asia. Adanya kegiatan pariwisata di suatu tempat berimplikasi pada kebutuhan sarana dan prasarana penunjang yang bervariasi, baik jenis maupun bentuk dan konstruksi fisiknya, tergantung pada sumber daya jenis kegiatan wisata yang dikembangkan. Sarana dan prasarana penunjang diadakan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan selama mereka tinggal den berwisata di suatu daerah tujuan wisata tertentu, termasuk kebutuhan makan-minum, tidur, dan hal-hal mendasar lainnya. Fasititas yang disediakan, mencakup akomodasi, rumah makan, transportasi, dan beberapa fasilitas umum pertokoan lainnya yang terkait langsung dengan wisatawan. Kegiatan semacam tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan wisata, karena segala bentuk kegiatan wisata adalah untuk bersantai – santai dan bersenang – senang.

Dalam sidang tersebut, Ibas memaparkan beberapa hal penting yang ditemukannya dalam tesis yang berjudul “Strategi Pembiayaan dan Investasi untuk Pengembangan Pariwisata Terpadu yang Berkelanjutan dan Inklusif”. Ibas mengangkat disertasi berjudul “Strategi Pembiayaan dan Investasi untuk Pengembangan Bola Online Pariwisata Terpadu yang Berkelanjutan dan Inklusif”. Dijelaskan melalui sidang yang disiarkan di jejaring Youtube, Ibas mengaku memilih topik ini untuk mengembangkan pariwisata nasional. Dari tayangan presentasinya, Ibas mengangkat studi kasus Kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur .

Contohnya jalan atau track menuju pantai di Kabupaten Gunung Kidul atau Bantul tidak semuanya mudah dan aman untuk dilalui. Lalu di Kabupaten Kulon Progo masih banyak tempat wisata yang lokasinya sulit untuk ditemukan karena kurangnya informasi maupun papan penunjuk jalan, serta masih banyak resor wisata yang pengelolaannya masih kurang terorganisir dengan baik. Infrastruktur yang tidak merata pada objek wisata membuat pengelola enggan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan memilih untuk mengembangkan usahanya sendiri. Ketimpangan pembangunan prasarana wisata seperti ini sangatlah terasa bagi masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaannya, sering terjadi import leakage dan export leakage. Untuk menghindari import leakage, kata Ibu Armida, perlu diupayakan peningkatan kualitas dan kuantitas supplai kebutuhan pokok yang memenuhi standar internasional. Dan untuk menghindari export leakage, dukungan terhadap dunia usaha lokal/domestik agar tertarik untuk berinvestasi pada usaha di bidang pariwisata perlu dilakukan. Perubahan proses sosial masyarakat yang di dalamnya terdapat kerjasama dan persaingan antara pelaku pariwisata.

Tata

Leave a Reply